ARTIKEL Pendidikan, Kesehatan & Humor

Bagi Yang Peduli Pendidikan, Kesehatan & Masa Depan

ARTIKEL Pendidikan, Kesehatan & Humor header image 1

KISAH BUNGA PUTIH

Juni 29th, 2011 · RENUNGAN

Ini adalah kisah sebuah bunga putih… Ia tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ia adalah bunga yang terindah yang pernah tumbuh di antara tanah yang penuh dengan semak duri..

Ia tumbuh dengan indah di tengah semak-semak yang keheranan akan bentuk sang bunga putih yang berbeda dengan yang lainnya. Para semak duri lalu memandangnya dengan sinis dan tidak pernah memandang sang bunga putih dengan bersahabat, sehingga si bunga putih pun merasa bahwa ialah yang paling buruk karena ia memiliki bentuk yang paling berbeda di antara semak-semak duri tersebut.

Waktu pun berlalu, sang bunga putih tak pernah merasa bahagia.. bahkan ia sering bertanya kepada kupu-kupu yang senang bermain dengannya :” Mengapa aku harus tumbuh berbeda dengan yang lainnya? Mengapa aku terlihat begitu buruk dibandingkan yang lain”?

Kupu-kupu menjawab :” Kau tidak buruk, bunga putih. Hal yang membuatmu merasa buruk adalah karena dirimu terlihat berbeda dengan yang lainnya. Justru kau adalah bunga yang terindah yang pernah kutemui,bunga putih.” Jawab sang kupu-kupu kepada sang bunga putih.

Bunga putih pun terkejut :”Apa maksudmu,kupu-kupu?”. Kupu-kupu lalu menjawab : “Tahukah dirimu, bunga putih.. bunga sepertimu adalah bunga yang cantik dan terindah, karena di tengah-tengah tanah yang penuh dengan semak duri kau tumbuh dengan anggunnya.. dan bahkan, bagiku kau adalah penolongku, karena ketika aku lapar, di tengah-tengah tempat yang sepertinya tidak ada harapan untuk mencari madu dari bunga, kau ada untuk menyediakan madu sehingga aku tidak kelaparan.. Bunga putih, bunga sepertimu yang tumbuh diantara semak duri sesungguhnya adalah bunga yang cantik dan terindah, karena kau menunjukkan bahwa masih ada harapan di tengah tanah yang penuh semak duri”, kata sang kupu-kupu.

Bunga putih pun sadar,dan pada akhirnya ia bersyukur atas keadaan dirinya.
Terkadang kita seperti bunga putih diatas. Kita seringkali kecewa dan merasa buruk atau tertekan karena berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.

Kita seringkali tak menyadari bahwa ketika kita berbeda dengan yang lainnya,Tuhan memiliki rencana yang besar di dalam hidup kita yaitu untuk menjadikan hidup kita menjadi hidup yang memberikan harapan bagi orang lain yang membutuhkan,dan untuk menunjukkan bagi setiap orang, bahwa mimpi masih bisa terwujud di tengah dinginnya dunia,dan harapan masih ada meskipun sepertinya segala sesuatunya tidak dapat menjanjikan apa-apa…

Karena itu, yakinlah di dalam hatimu.. mungkin pada awalnya dirimu merasa tertekan karena berbeda dengan yang lainnya.. Namun, Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan dalam mengatur dan menempatkan dirimu..karena Ia tahu, perbedaan yang ada pada dirimu adalah untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa harapan masih ada di dunia yang dingin seperti batu.. Dan Ia memilihmu karena Ia mempunyai rencana yang besar di dalam hidupmu,yang tak pernah terpikirkan dalam benakmu..namun sudah dipersiapkan dengan luar biasa oleh Tuhan..

percayalah..bahwa apapun yang terjadi di dalam hidupmu..semuanya akan mendatangkan kebaikan dan harapan di dalam hidupmu dan juga hidup orang lain.. dan terlebih dari itu semua, percayalah bahwa apa yang Tuhan tetapkan di dalam hidupmu..pasti pada akhirnya semua hal itu akan menjadi indah pada waktuNya..

→ 1 CommentTags:

Singkirkan yang Tak Perlu

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Yesaya 62:10
“Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa!”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 131; 2 Korintus 4; 1 Samuel 28-29

Suatu hari seorang wanita muda mengunjungi Michaelangelo di sanggar patungnya. Wanita tersebut begitu terkesima melihat Angelo bekerja, ia berkata, “Saya tahu bahwa mematung itu begitu mudah setelah melihat cara kerja Anda. Karena saya yakin saya juga dapat melakukannya.” “Tentu, sama sekali tidak sulit,” jawab Angelo. “Semua yang Anda butuhkan hanyalah sebongkah marmer, palu, pahat. Kemudian Anda hanya memukul-mukul dan membuang bagian marmer yang tidak Anda inginkan.”

Tahukah Anda bahwa untuk menjadi seorang yang unggul, manusia cukup membuang bagian-bagian yang tidak kita inginkan dalam hidup? Apa sajakah itu? Kemalasan, menunda-nunda pekerjaan, egois - segala sifat buruk yang sebenarnya dapat kita buang. Namun, itu semua tergantung pada sikap kita sendiri. Ingatlah akan hal ini: daging memang lemah, tetapi roh penurut.

Jika kita terus melatih roh kita, maka makin lama roh kitalah yang akan kuat. Dan dengan sendirinya justru kita bisa mengalahkan kebiasaan-kebiasaan negatif. Mungkin ada yang berkata, “Ya, sebenarnya saya mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang merugikan, tetapi jujur saya menyadari bahwa saya tidak sanggup.” Benarkah ini? Mengubah kebiasaan-kebiasaan negatif bukanlah soal bisa atau tidak bisa, tetapi lebih kepada adakah kemauan yang kuat untuk berubah.

Hari ini marilah kita berdoa agar Roh Kudus memberi kita kemampuan untuk mengubah setiap kebiasaan kita yang tidak berkenan di hati-Nya. Kemudian miliki komitmen untuk berubah. Dan lihatlah diri kita pasti menjadi pribadi yang semakin baik setiap harinya.

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang terus dipelihara merupakan penghalang Anda untuk mencapai tujuan hidup yang Allah sudah rancangkan sebelumnya.

→ No CommentsTags:

Pengampunan yang Melimpah

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Mazmur 32:1
“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Matius 3; 1 Raja-Raja 19-20

Suatu hari ada seorang anak laki-laki sensitif di abad ke delapan belas yang bergabung dalam ketentaraan Inggris. Ia terlihat begitu semangat ketika menjalani latihan pertama kali. Setiap instruksi pelatih, ia lakukan dengan penuh semangat. Hingga tibalah waktu latihan dengan menggunakan senjata api.

Ia mulai gelisah begitu melihat satu per satu rekannya mulai menembakkan senjata ke target yang telah ditentukan oleh atasannya. Belum sampai waktunya untuk maju, anak laki-laki ini kabur dari kesatuan tanpa ada pemberitahuan kepada atasannya.

Bertahun-tahun kemudian ia menjadi seorang astronom besar, bahkan menemukan sebuah planet. Tanpa disangka-sangka, Raja George mengirimkan surat undangan datang ke Istana kepada anak laki-laki yang telah bertumbuh menjadi seorang pria gagah ini. Ia pun memenuhi undangan raja dengan perasaan takut mengingat ia pernah kabur dari kemiliteran.

Dalam pikiran pria ini adalah ia akan mendapat hukuman dari raja karena perbuatannya di masa lalu. Namun, perkiraannya salah. Saat Raja George tiba dan bertemu dengannya, ia diperlakukan dengan sangat hangat. Tak ada kesan bahwa raja marah kepadanya. Bahkan, sebelum raja berpisah dengannya, ia diberikan sebuah amplop dimana di dalamnya berisi mengenai pengampunan kerajaan kepadanya dan pengangkatan dirinya sebagai anggota rumah tangga kerajaan.

Inilah yang Allah janjikan juga pada setiap manusia di bumi bahwa Dia memberikan pengampunan kepada kita yang mau mengakui dosa-dosa kita di hadapan-Nya. Dia melakukannya bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan, tetapi karena Dia sangatlah mengasihi kita.

Maukah Anda menerima anugerah pengampunan-Nya yang melimpah ini? Anugerah yang tidak akan dapat dinikmati apabila Tuhan Yesus telah datang kembali ke muka bumi. Oleh karenanya, sebelum semua terlambat, ambillah kesempatan ini sekarang juga !

Sebesar apapun dosa yang Anda perbuat, ketika Anda mau mengakuinya dan mau bertobat maka pengampunan Allah tersedia bagi Anda.

→ No CommentsTags:

MENYEBERANG BERSAMA TUHAN

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

“Tuhan, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu” ( Ulangan 31 : 3 )

Ulangan 31 : 1 - 8

Zebra cross awalnya berwana biru kuning diperkenalkan di Inggris pada 1949. Tujuannya untuk membantu orang menyeberang jalan. Namun, karena kecelakaan penyeberang jalan tetap tinggi, di beberapa negara setiap zebra cross yang berada di depan sekolah biasanya ada penjaganya. Mereka biasa disebut School Patrol atau Lollipop Men (karena biasanya membawa sebuah papan berbentuk seperti permen loli), tugasnya menyeberangkan anak- anak sekolah sampai di seberang jalan.

Empat puluh tahun berlalu sejak bangsa Israel meninggalkan Mesir, berkelana di padang gurun menuju tanah perjanjian. Saat tujuan sudah di depan mata, kegentaran melanda hati mereka. Dapat dipahami, mereka akan memasuki suatu kehidupan baru setelah sebelumnya melalui banyak rintangan. Lagipula Musa, pemimpin mereka sejak dari awal, ternyata tidak akan ikut serta menyeberang ke tanah perjanjian. Namun, Musa tahu kegelisahan mereka, ia membangkitkan semangat mereka dengan mengingatkan, bahwa Tuhan akan menyeberang di depan mereka (ayat 3).

Memasuki tahun baru wajar juga jika ada kegentaran. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok lusa. Apakah langit akan cerah ataukah hujan turun mengguyur? Tetapi satu yang pasti, kita akan menyeberang menuju tahun yang baru dengan Tuhan berjalan di depan kita. Tantangan pasti akan ada, tetapi seperti kata Musa, “Sebab
Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati” (ayat 8). Selamat menyeberang menuju tahun yang baru! –AYA

SEBERAT APA PUN JALAN DI HADAPAN KITA KELAK, BERSAMA TUHAN KITA AKAN AMAN SAMPAI KE SEBERANG

→ No CommentsTags:

Mengapa Tuhan tidak menjawab doa?

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Ratapan 3:44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus.


Tidak jarang kita mendengar keluhan dari beberapa orang yang berkata begini: ”Aku sudah capek berdoa tapi sampai saat ini doaku tidak pernah dijawab. Yah, sudahlah. Lebih baik tidak usah berdoa”. Adapula orang yang tidak mau berdoa bahkan ragu apakah Tuhan itu ada karena merasa doanya tidak pernah di jawab oleh Tuhan. Apakah saudara sedang merasakan hal yang sama?.

Pada dasarnya Tuhan itu selalu menepati janjinya. Tuhan pernah berkata “mintalah maka akan kuberikan”. Lalu, apakah Tuhan tidak menepati janjinya itu?.Tidak! Tuhan tidak pernah ingkar janji.Tuhan pasti menepati janjinya asal kita hidup menurut kehendaknya. Yang menjadi penghalang doa kita adalah kejahatan dan dosa kita. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Yesaya 1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Kejahatan membuat Tuhan tidak mau mendengarkan doa kita. Walaupun kita berdoa sampai jungkir balik kalau kehidupan kita masih jahat maka Tuhan tidak akan pernah menjawabnya. Ayat ini didukung pula oleh ayat dibawah ini:

Yesaya 59:1-3 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Saudaraku, mungkin ada yang berkata, aku tidak pernah berbuat jahat, aku tidak mencuri, aku tidak membunuh, aku tidak berjinah, aku tidak menipu bahkan aku memberi persepuluhan kegereja, tapi kenapa doaku tidak pernah dijawab oleh Tuhan? Benar! Mungkin kita tidak melakukan semua kejahatan itu, namun jangan lupa ada satu firman Tuhan yang berkata bahwa kalau kita tahu bagaimana berbuat baik tetapi tidak melakukannya, itu adalah dosa di hadapan Tuhan. Ayatnya dapat kita lihat dibawah

Yakobus  4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Lalu, bagaimana agar doa kita dijawab oleh Tuhan?. Mari kita perhatikan ayat dibawah:

Yesaya 1:16-17 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Menurut ayat ini ada 7 hal yang harus kita lakukan, yaitu:
1.Bersihkan diri.
2.Berhenti berbuat jahat.
3.Belajar berbuat baik.
4.Mengusahakan keadilan.
5.Mengendalikan orang kejam.
6.Membela hak-hak anak yatim
7.memperjuangkan perkara janda-janda.


Kalau kita mampu melakukan itu maka kita sudah melakukan ibadah yang sejati. Ibadah yang sejati bukan diukur dari berapa sumbangan yang sudah kita berikan ke gereja. Bukan berapa hari dalam seminggu kita berpuasa. Ibadah sejati di ukur dengan berapa banyak kita melakukan perbuatan baik:

Yakobus 1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Dengan kita melakukan semuanya itu maka kita menjadi orang yang di benarkan. Alkitab mencatat bahwa doa orang-orang benar sangat besar kuasanya.

Yakobus 5:16b  Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

→ No CommentsTags:

Lepas dari belenggu ketakutan

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Mazmur 56-4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;

Pernahkah anda  mengalami ketakutan? Kami yakin setiap orang pasti pernah merasakannya. Daud, dia adalah seorang raja yang besar, pahlawan yang sanggup menghabisi berlaksa-laksa musuhnya, yang biasa menghadapi singa dan beruang pada masa mudanya di padang penggembalaan, juga pernah mengalaminya. Bahkan karena sangat takutnya, Daud harus berpura-pura menjadi orang sakit ingatan, kita temukan pada ayat dibawah:

I Samuel 21:12-13 Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu.  Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.

Ketakutan datang bisa kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja, tidak memandang usia, status, derajat dsb. Namun satu hal yang perlu kita ingat jangan sampai ketakutan itu membuat kita bertindak salah.

Saudaraku, ketakutan adalah salah satu senjata Iblis untuk menjatuhkan orang percaya. Ketakutan senjata yang paling ampuh untuk merubuhkan dan menghancurkan iman. Sebagai contoh, karena ketakutan banyak orang menjadi gila bahkan karena ketakutan tidak sedikit orang yang bunuh diri padahal justru kematianlah yang paling ditakutki orang.

Contoh yang paling nyata dalam alkitab yang menjadi salah bertindak karena ketakutan adalah Daud. Dari ayat diatas dapat kita lihat bahwa ketakutan telah membuat Daud bertindak seperti orang gila. Karena rasa takut yang berlebihan Daud harus merendahkan diri. Daud lupa bahwa ia punya Tuhan yang luar biasa yang selama ini memberi kemenangan kepadanya. Dengan Tuhan Daud mengalahkan berlaksa-laksa musuhnya.  Yang anehnya ketika berada di hadapan Akhis, raja Gat, Daud ketakutan. Ketakutan telah membuatnya kehilangan akal sehat dan menjadi lupa sama sekali kepada Tuhan.

Saudaraku, dalam alkitab ada satu contoh yang baik yang dapat kita teladani dalam hal mengatasi ketakutan, dia adalah Yosafat. Yosafat adalah seorang raja yang memerintah tanah Yehuda dimana suatu ketika dia menghadapi ancaman serangan besar-besaran dari 3 bangsa yaitu Moab, Amon dan Meunim. Adalah wajar jika Yosafat ketakutan karena mereka adalah bangsa yang kecil yang hanya terdiri dari dua suku Israel sedang yang dihadapi adalah pasukan yang sangat besar yang berasal dari tiga bangsa. Secara hitung-hitungan akal Yosafat kalah jumlah yang artinya Yehuda pasti akan binasa bila perang terjadi. Mungkin saja Yosafat membayangkan hal-hal yang mengerikan jika mereka kalah. Yosafat beserta seluruh keluarganya akan di tangkap dan dihukum mati.

Dahulu, jika suatu bangsa kalah maka rajanya akan ditangkap dan dihukum mati. Hukumannya tidak tanggung-tanggung, raja itu akan sangat menderita sebelum dihukum mati. Pertama sekali yang di eksekusi adalah anak istrinya. Raja pemenang akan memerintahkan algojonya menyembelih anak istri raja yang kalah di depan mata raja yang kalah itu. Contohnya adalah Zedekia. Dalam Yeremia 39:6 dapat kita baca bahwa Nebukadnezar memerintahkan algojonya menyembelih anak-anak dan istri Zedekia di depan matanya. Sangat menyedihkan bukan?

Mungkin itulah bayangan-bayangan yang menakutkan Yosafat yang membuat ia menjadi sangat ketakutan. Namun ditengah ketakutannya, Yosafat bertindak benar yang akhirnya menyelamatkannya dan seluruh rakyat Yehuda. Yosafat memutuskan mencari pertolongan Tuhan, itu kita temukan pada ayat dibawah:

2 Tawarikh 20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.

Yosafat menyadari bahwa Tuhanlah satu-satunya jawaban atas permasalahannya, tidak seperti Daud yang menjadi pura-pura gila.

Bukan hanya dirinya, Yosafat juga memerintahkan segenap rakyat Yehuda untuk merendahkan diri dengan berpuasa. Seluruh rakyat Yehuda diperintahkan datang ke Yerusalem untuk sama-sama berdoa memohon kemurahan dan pertolongan Tuhan. Akhirnya, Tuhan menjawab doa mereka dimana Tuhan bersedia turun tangan langsung. Itu dapat kita temukan pada ayat dibawah.

2 Tawarikh 20:15  dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

Saudaraku, ketakutan apa yang sedang menghinggapi saudara pada saat ini? Kengerian apa yang sedang saudara hadapi? Apakah rumah tangga yang sedang diambang kehancuran? Atau, apakah saudara sedang di lilit hutang yang begitu menghantui saudara? Atau, mungkin saudara saat ini terancam kehilangan pekerjaan? Ataukah ada orang-orang tertentu sedang mengancam saudara? Atau pula saudara sedang dihantui oleh serangan kuasa-kuasa kegelapan?

Bila saudara sedang menghadapi salah satu atau lebih dari masalah itu maka serahkanlah ketakutanmu kepada Tuhan. Carilah DIA sebagaimana Yosafat mencari-Nya. Rendahkanlah diri dihadapan-Nya dengan berpuasa maka Percayalah Bahwa Tuhanlah yang akan berperang buat saudara. Tuhan akan melepaskan saudara dari segala permasalahan saudara. Renungkan dan imanilah ayat dibawah ini maka saudara akan semakin dikuatkan.

Mazmur 91:1-7  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Tuhan Yesus memberkati. Amin

→ No CommentsTags:

Jaminan Perlindungan Tuhan

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Mazmur 34:8 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Sungguh sangat menguntungkan bagi orang-orang yang hidup di dalam Tuhan karena Tuhan akan menempatkan pagar perlindungan yang kokoh, tidak tanggung-tanggung, Tuhan menempatkan malaikat-malaikatnya untuk menjaga sehingga kuasa si jahat tidak dapat menjangkaunya. Tidak ada sesuatupun yang tidak baik yang bisa terjadi tanpa seijin Tuhan.

Ayub adalah orang yang takut kepada Tuhan, sebab itu Tuhan menempatkan malaikat-malaikatNya untuk menjaga dan melindungi Ayub. Iblis yang tidak senang kepadanya berusaha untuk mencelakakan  nya namun tidak bisa karena Ayub mendapat pagar perlindungan yang kokoh yang berasal dari Tuhan. Iblis bisa menjamah Ayub setelah Tuhan menarik pagar itu.Tuhan sengaja menarik pagar itu untuk membuktikan kepada Iblis bahwa Ayub benar-benar setia walaupun hidup dalam penderitaan. Di akhir kisah kita melihat bahwa ternyata Ayub memang benar-benar setia kepada Tuhan. Tuhan tidak di permalukan.

Dilain kisah, suatu ketika terjadi peperangan antara Aram dan Israel. Raja Aram bertindak dan berencana licik. Untuk memenangkan peperangan dengan biaya dan resiko kecil, dia berusaha menghadang dan membunuh raja Israel. Namun rencana itu disingkapkan Allah melalui nabi Elisa sehingga rencana itu selalu gagal. Akibatnya raja Aram marah besar dan berusaha untuk membunuh Elisa. Rajam Aram mengirim pasukannya untuk menangkap dan membunuhnya. Melihat tentara yang begitu banyak sudah mengepung kediamannya, seorang pelayan Elisa ketakutan dan berkata kepadanya “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”. Lalu Elia berdoa supaya Tuhan membuka mata pelayan Elisa itu dan terlihatlah ternyata pasukan yang melindungi mereka jauh lebih banyak dari pasukan yang berusaha menangkap mereka.

II Raja-Raja 6:17 Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Tuhan benar-benar menepati janjinya bahwa Tuhan akan melindungi dan meluputkan orang-orang yang takut akan dia. Walaupun secara kasat mata kita tidak melihat, akan tetapi kita bisa melihatnya dengan mata iman.

Saudaraku, apa yang sedang saudara alami saat ini? Apakah kuasa-kuasa kegelapan sedang berusaha mengganggu saudara? Apakah ada orang-orang yang tidak senang, karena persaingan bisnis, persaingan karir berusaha menghancurkan saudara dengan kuasa-kuasa kegelapan? JANGAN TAKUT kepada  mereka! TAKUTLAH KEPADA TUHAN TUHAN! Maka pagar perlindungan Tuhan akan membentengi saudara. Kuasa-kuasa kegelapan itu tidak akan sanggup menembus benteng perlindungan yang dibuat oleh Tuhan.

Bilangan 23:23 sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah:

Secara rohani kita adalah keturunan Yakub, artinya kita berhak juga atas janji Tuhan yang tertera pada ayat diatas. Itulah sebabnya orang Kristen yang hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan tidak akan pernah mempan di guna-gunai. Namun dengan satu syarat! Takutlah kepada Tuhan. Beribadahlah kepadaNya dengan takut dan gentar.

Doa:
Tuhan, terima kasih atas janji perlindungan yang telah Tuhan nyatakan dalam hidup kami. Kami menyerahkan hidup kami kedalam tangan perlindunganMu ya Tuhan. Sebab di dalam erlindunganMu kami akan merasa aman dan tenteram. Ajarlah kami untuk beribadah kepadaMu dengan takut dan gentar. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin

→ No CommentsTags:

Doa yang di Kabulkan

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Matius 7:7  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Bila kita buka Alkitab terbitan LAI, judul perikop dari ayat ini adalah “Hal pengabulan doa”. Kami yakin ayat ini banyak di pegang dan di hafalkan oleh umat Tuhan sebagai suatu ayat pegangan. Ayat ini begitu menguatkan dan sangat menghibur, terlebih bagi mereka yang sedang dalam pergumulan hidup. Namun jangan heran karena ada juga oarang yang tidak mau lagi berpegang akan pada ayat ini karena tidak merasakan “nyata” dari firman tersebut. Mereka berdoa dan berdoa namun sampai detik ini doa mereka tidak dijawab. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah Tuhan ingkar janji? Apakah ayat ini Tuhan turunkan hanya untuk menghibur saja?

Saudaraku, mengapa orang bisa kecewa dengan ayat ini? Itu karena mereka berpegang hanya pada sepenggal ayat tanpa memperhatikan ayat selanjutnya. Contohnya pada kisah ini. Jika saudara hanya berpegang pada Matius 7: 7 saja tanpa memperhatikan ayat lainnya maka siap-siaplah kecewa.  Dan justru inilah yang banyak terjadi, oleh sebab itu agar kita tidak kecewa marilah kita perhatikan keseluruhan ayat.


Bila kita perhatikan Matius 7:7-11, ada dua hal secara garis besar yang menjadi inti dari ayat ini yaitu Hal pengabulan doa (Matius 7:7-10) dan hal status anak (Matius 7:11).


Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan atau di penggal-penggal. Hal pertama bukan terjadi begitu saja melainkan hal pertama terjadi disebabkan oleh hal kedua. Jadi saudaraku, janganlah kita hanya berpegang pada satu bagian saja karena dengan demikian maka kita tidak akan memperoleh apa-apa.
Lalu, bagaimana agar doa kita di kabulkan? Kita perhatikan ayat dibawah:


Matius 7:7-10  “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

Ayat ini berisikan janji pengabulan setiap doa oleh Tuhan. Dalam ayat ini Tuhan menggambarkan dan menjelaskan sejelas-jelasnya bahwa Tuhan akan mengabulkan doa umatnya. Namun satu hal jangan kita lupa memperhatikan pada ayat yang ke sebelas dibawah:


Matius  7:11  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”


Ayat ini menjelaskan bahwa hal pengabulan doa itu berkaitan dengan hubungan Bapa dengan anak. Seorang Bapa yang baik pasti akan mengabulkan setiap permintaan anaknya yang baik.


Intinya begini saudaraku, Tuhan pasti akan mengabulkan setiap doa-doa anak-Nya. Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah kita sudah menjadi anak-Nya? Terlebih lagi menjadi anak-Nya yang baik bukan sekedar anak gampangan? Jika kita menjadi anak-anak yang baik, bukan menjadi anak-anak gampangan, Tuhan pasti akan mengabulkan permohonan-permohonan kita.


Saudaraku, ada dua hal yang harus kita lakukan untuk menjadi anak-anak Tuhan yang baik yaitu:


1.    Bersedia menerima didikan dan peringatan oleh Tuhan.
Ibrani 12:5  Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

Sebagai manusia yang masih terdiri dari daging, terkadang kita masih melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan yang baik, kita harus bersedia menerima didikan dan peringatan Tuhan yang disampaikan melalui hamba-hamba Tuhan atau orang lain yang di pakai Tuhan untuk menegur kita dengan sikap yang rendah hati.


Contohnya begini, ada seorang ibu yang tidak datang kegereja karena tersinggung dengan kotbah yang disampaikan oleh hamba Tuhan minggu lalu, dimana kebetulah kotbah tersebut sangat keras. Ibu tersebut menduga bahwa hamba Tuhan itu sengaja menyampaikan firman tersebut untuk dirinya. Padahal tidak demikian saudara, hamba Tuhan membawa firman sesuai dengan tuntunan Tuhan. Nah, contoh demikian bukanlah contoh anak Tuhan yang baik melainkan adalah contoh anak Tuhan gampangan yang tidak mau menerima didikan dan peringatan dari Tuhan. Hal demikian janganlah kita tiru.


2.    Bersedia menerima hajaran dari Tuhan.
Ibrani 12:6-8  karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”  Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?  Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Seorang anak yang sudah melakukan kesalahan yang sudah keterlaluan pasti akan di hajar oleh Bapanya. Demikian juga Tuhan akan menghajar anak-anak-Nya yang sudah melakukan kesalahan yang keterlaluan.

Contohnya adalah Daud. Dalam alkitab kita temukan dua kesalahan besar Daud yang oleh karenanya ia dihajar oleh Tuhan. Kesalahan pertama ialah berzinah dengan Batsyeba dan membunuh Uria suami Batsyeba (2 Samuel 11:1-26). Kesalahan kedua adalah Daud terbujuk oleh Iblis untuk menghitung jumlah tentaranya yang mengakibatkan dia jatuh dalam dosa kesombongan (I Tawarikh 21:1).

Namun sebagai anak yang baik, Daud bersedia menerima didikan, teguran dan hajaran dari Tuhan dengan sikap yang menerima dan rendah hati, itu kita temukan pada dua ayat dibawah:

2Samuel 12:13  Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

2Samuel 24:14  Lalu berkatalah Daud kepada Gad: “Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”

Dari kedua ayat ini kita lihat kerendahan hati Daud menerima dengan tulus didikan dan hajaran Tuhan, walaupun karena itu ia harus menderita kehilangan anak dari Batsyeba dan kehilangan tujuh puluh ribu orang rakyatnya.

Karena Daud adalah anak yang baik, bukan anak gampangan maka Tuhan selalu mengabulkan doa-doa Daud. Lalu bagaimana dengan kita saudaraku? Ingin doa kita dikabulkan oleh Tuhan? Jadiah anak-anak-Nya yang baik, anak-anak yang siap menerima didikan, peringatan bahkan hajaran Tuhan. Bukan menjadi anak-anak gampang yang  tidak bisa menerima didikan dan hajaran Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin

→ No CommentsTags:

DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

Ada dua hal yang harus kita lakukan untuk memperoleh berkat Tuhan menurut ayat ini yaitu mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Ada banyak orang yang ingin di berkati tetapi tidak mengandalkan Tuhan. Mereka lebih mengandalkan kepintaran dan kehebatannya, akibatnya yang ada adalah kekecewaan demi kekecewaan. Orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri atau dengan kata lain mengandalkan manusia akan senantiasa hidup dalam kutuk. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah;

Yeremia17:5-6 Beginilah firman TUHAN: \”Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Orang yang hidup dalam kutuk akan senantiasa mengalami stress. Bahkan bila stress ini terus berlanjut maka tidak jarang akan mengambil tindakan nekat, yaitu bunuh diri? Mengapa? Itu karena hidup mereka senantiasa kekeringan, tidak mendapat penghiburan dari Tuhan. Keadaan baik dan pemulihan yang mereka harapkan tidak kunjung terjadi. Itulah suasana hidup dalam kutuk.

Tetapi akan berbeda bagi orang yang mengandalkan dan menaruh harapannya kepada Tuhan. Mereka tidak akan pernah stress, walaupun mereka banyak pikiran, mereka tidak akan tertekan karena akan mendapat penghiburan dari Tuhan. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah:

Mazmur  94:19 Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Penghiburan dari dunia tidak akan sama dengan penghiburan yang berasal dari Tuhan. Penghiburan dari dunia terbatas dan hanya bertahan sebentar karena tidak mempunyai kekuatan di dalamnya, tetapi penghiburan dari Tuhan akan meyentuh hati yang paling dalam dan mendatangkan damai sejahtera yang membangkitkan kekuatan kita untuk bangkit.

Oleh sebab itu apabila ada diantara kita saat ini ada yang merasa stress dan tertekan, mari kita koreksi diri kita apakah kita mengandalkan Tuhan apa tidak. Jika kita sedang mengalami stress dan perasaan tertekan itu artinya kita tidak mengandalkan Tuhan. Hati-hatilah karena kutuk sudah menanti. Berpalinglah kepada Tuhan dan andalkanlah Dia. Tuhan tidak menolak jika kita datang kepadanya. Justru Tuhan senang jika kita menyerahkan beban hidup kita kepada-Nya. Itu dapat kita lihat pada ayat dibawah

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Saudaraku, ketika kita mengandalkan Tuhan itu sama dengan kita mendekatkan diri pada sumber berkat itu yaitu Tuhan. Jadi, jika kita sudah dekat dengan sumber berkat, apalagi yang harus kita kuatirkan? Oleh sebab itu mari datang kepada Tuhan dan mengandalkan serta berharap kepada-Nya. Maka IA yang merupakan sumber berkat akan mencurahkan berkatnya dan tidak akan membiarkan kita mengalami kekeringan.Tuhan Yesus memberkati.Amin

→ No CommentsTags:

Dalam Tuhan, masa depan penuh Harapan

Mei 17th, 2011 · RENUNGAN

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Akhir desember lalu dan awal januari ini banyak surat kabar yang menuliskan apa pendapat paranormal mengenai tahun 2010 ini. Kebanyakan dari mereka meramalkan adalah hal-hal yang buruk. Ada yang menyatakan bahwa tahun 2010 ini akan terjadi banyak bencana. Kemarin saya membaca di sebuah surat kabar terbitan lokal (Medan) yang meramalkan di tahun Harimau ini akan banyak orang yang bunuh diri. Tulisan itu mengingatkan saya malam pada tanggal 31 desember 2009 lalu di kompleks perumahan tempat saya tinggal ada seorang ibu muda yang mengakhiri tahun dengan mengakhiri hidupnya, bunuh diri dengan minum baygon. Kesulitan hidup membuat dia mengambil jalan pintas itu. Sungguh kasihan! Ibu itu mengira bahwa dengan bunuh diri dia bisa mengakhiri penderitaan hidupnya. Justru dengan bunuh diri dia memulai penderitaan yang tidak akan pernah berkesudahan. Bunuh diri akan membawa dia kedalam lautan api yang tidak pernah padam. Dia tidak sabar akan penderitaan yang singkat.

Saudaraku, hidup itu tidak lama kira-kira hanya 70 tahun atau delapan puluh tahun saja. Karena itulah rata-rata umur yang di berikan Tuhan kepada manusia. Artinya, jika manusia diijinkan menderita, paling lama penderitaan itu hanya 70 atau 80 tahun saja. Apakah kita tidak bisa bersabar selama itu demi kemuliaan kekal yang Tuhan janjikan?

Ingat Lazarus! Dia sangat menderita ketika hidup dibumi, dia hanya hidup dari bawah meja si orang kaya mengharapkan remah-remah roti yang terjatuh. Bahkan hidupnya persis seperti anjing yang menjilat boroknya yang juga menunggu remah-remah yang jatuh dari meja tuannya namun dia sabar pada penderitaan. Akhirnya, ketika masa hidupnya telah berakhir dia di bawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham dan disana dia mendapat kebahagiaan selamanya. Sementara si orang kaya masuk kedalam api kekal.

Kembali kepada ramalan tadi!
Apakah kita harus percaya kepada ramalan itu? Tidak! Jangan pernah percaya kepada mereka. Kalaupun apa yang mereka ramalkan terjadi, itu hanya kebetulan saja. Mengapa? Karena Tuhan telah berkata bahwa tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui apa yang terjadi di masa depan.

Pengkhotbah  7:14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

Saudaraku, dalam Matius 9, suatu ketika Yesus di datangi oleh seorang buta agar  Tuhan mencelikkan matanya. Tuhan Yesus berkata kepada orang buta itu  “Jadilah kepadamu menurut imanMu”. Maka celiklah mata orang buta itu. Mengapa dia bisa sembuh? Itu karena dia mengarahkan imannya kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan dia, maka terjadilah sesuai dengan imannya itu.

Lalu yang menjadi pertanyaan, kepada siapakah saudara mengarahkan iman? Kepada Tuhankah atau kepada  para peramal itu? Ingat! Tuhan berkata “Jadilah kepadamu menurut imanmu”.  Jika saudara mengarahkan iman kepada peramal, maka jadilah seperti apa yang dikatakan peramal itu kepada saudara, hidup anda akan penuh kesulitan dan malapetaka persis yang diramalkan oleh peramal itu.

Bukan hanya itu, jika kita mengarahkan iman kita kepada mereka maka kita ternyata menentang Allah.

Imamat  20:6 Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.

Akan tetapi jika saudara mengarahkan iman kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan takut dan gentar maka saudara  akan memiliki masa depan yang cerah. Tuhan tidak pernah memberi rancangan kecelakaan kepada umatnya. Tuhan memberi rancangan yang indah dan masa depan yang penuh harapan. Baca ayat pembuka diatas.

Bukan hanya itu, Tuhan juga memberikan janji perlindungan. Mari kita baca ayat dibawah:

Mazmur 91:1-11 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Ditambah lagi, Tuhan berjanji akan membedakan orang yang beribadah kepadanya dengan orang yang tidak. Kita temukan pada ayat dibawah:

Maleakhi 3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Helleluya! Allah kita luar biasa!! Terpujilah nama Tuhan. Oleh sebab itu mari kita beribadah kepada Tuhan dengan takut dan gentar maka kita akan memiliki masa depan yang penuh harapan.

Doa:
Tuhan, terima kasih buat janji perlindungan yang telah Engkau nyatakan. Kami percaya bahwa dalam perlindungan-Mu ada masa depan yang penuh harapan. Kami tidak mau meletakkan pengharapan kepada para peramal, tapi kami mau meletakkan pengharapan hanya kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

→ 1 CommentTags: